Perayaan Unik Natal Yang Ada Di Berbagai Negara

Hari Natal benar-benar seharusnya disongsong secara suka ria dengan berbagai cara untuk menyambut Perayaan Natal dengan cara unik.

Untuk rayakan keceriaan Natal, umumnya umat Kristiani di dunia akan share dan bergabung dengan keluarga dan kerbat paling dekat.

Pasti banyak langkah yang dikerjakan dalam perayaan Hari Natal secara unik. Tetapi, beberapa cara itu pasti berlainan di satu wilayah dengan wilayah yang lain, kan?

Perayaan Unik Natal Berbagai Negara

Menyambut Natal Dengan Keunikan Dari Berbagai Negara di Dunia

Rupanya di sejumlah negara di dunia mempunyai langkah unik dalam rayakan Hari Natal. Ingin tahu bagaimana serunya perayaan Natal yang cukup unik di beberapa negara? Berikut penjelasannya.

  1. Rusia

Di negeri beruang merah, Natal dirayakan tiap tanggal 7 Januari sebab Gereja Ortodoks Rusia memakai kalender Julian untuk hitung hari besarnya. Beberapa orang berpuasa sampai bintang pertama ada di langit. Selanjutnya, mereka melahap sochivo atau kutia, bubur dari gandum atau nasi yang dihidangkan dengan madu, biji opium, dan buah-buahan seperti berikan dan kismis. Kutia umumnya dikonsumsi dalam semangkuk secara bersama selaku lambang persatuan.

Baca Juga: Penginapan Cozy di Kaki Gunung Slamet

Natal di Rusia di ramaikan oleh cerita Babushka yang dengan bahasa Rusia bermakna wanita tua. Diceritakan Babushka tidak sempat menghadiahkan ke Yesus. Selanjutnya, dia berduka dan lagi cari Yesus. Babushka akan menghadiahkan ke beberapa anak yang dijumpainya.

  1. Belanda

Tiap tanggal 5 Desember beberapa anak menunggu kehadiran Sinterklaas yang membawa mereka hadiah. Berdasar adat, Sinterklaas tinggal di Madrid. Dia akan tiba ke Belanda tiap tahunnya bersama beberapa pelayannya yang disebutkan Zwarte Pieten atau Black Peters. Sesudah kapal uap menepi ke dermaga, mereka akan naik ke dataran dan faksi gereja akan membunyikan lonceng.

Sinterklaas pimpin parade melingkari pusat perkotaan dengan tunggangi kuda. Beberapa anak dikasih tahu jika Black Peters bekerja menulis semuanya yang mereka kerjakan selama setahun. Anak yang berperangai baik akan mendapatkan hadiah dari Sinterklaas, sedang anak nakal akan dimasukkan pada karung dan dibawa ke Spanyol untuk diajari tata krama.

Pada malam kehadiran Sinterklaas beberapa anak akan menempatkan sepatu di perapian atau jendela. Mereka mengharap Sinterklaas tiba dan tinggalkan hadiah. Mereka yakin menempatkan wortel dalam sepatu untuk makan kuda Sinterklaas akan membuat mereka mendapatkan hadiah.

Hari Natal dirayakan terpisah dengan parade lawatan Sinterklaas. Seperti biasanya, perayaan Natal dikerjakan secara khusyuk di gereja dan diteruskan makan dengan keluarga.

  1. India

Untuk umat Nasrani di India, khususnya Katolik, misa larut malam ialah perayaan Natal yang penting. Mereka akan berjalan bersama ke arah gereja untuk lakukan misa, lalu diteruskan dengan acara pesta besar yang disanggupi makanan sedap seperti kari. Mereka pun tidak lupa untuk sama-sama berganti hadiah. Antiknya, pohon natal di India bukan berupa pohon cemara, tetapi pohon pisang atau mangga. Bahkan juga, sebagian orang menghiasi rumah mereka dengan daun mangga.

Natal di India sama dengan makanan manis dari buah-buahan. Beberapa wanita India akan mengolahnya dan memberikan ke beberapa orang paling dekat. Di India Selatan, umat Kristen menempatkan lampu kecil dari tanah liat di atas rumah mereka selaku lambang Yesus Si Sinar Penerang Dunia.

  1. Brasil

Rupanya di Brasil ada juga pembagian upah ke-13, lho! Ini diberi pada bulan Desember untuk menolong ekonomi warga sepanjang Natal.

Perayaan Natal di Brasil sama dengan misa larut malam. Sesudah misa usai, diadakan atraksi kembang api raksasa di tengah-tengah kota besar. Di Brasil, Santa Claus dikenali bernama Papai Noel dan Bom Velhinho. Dia ialah lelaki tua yang murah hati.

Beberapa anak menempatkan kaus kaki di dekat jendela. Jika Papai Noel mendapatinya, dia akan akan menukarkan kaus kaki itu dengan hadiah. Bersandiwara jadi Santa umum dikerjakan orang Brasil. Mereka mengatakan amigo secreto yang bermakna rekan rahasia. Ini adalah adat menghadiahkan secara sembunyi-sembunyi sejauh bulan Desember. Waktu Natal datang, mereka akan ungkap siapa amigo secreto-nya.

  1. Jepang

Di Jepang, Natal bukan hari liburan nasional. Perayaannya lebih menempel selaku hari share kasih sayang dibanding hari keagamaan. Pasangan muda mudi rayakannya dengan berkencan dan berganti hadiah.

Ada adat unik waktu mereka mengonsumsi ayam goreng KFC selaku makanan ciri khas Natal. Adat ini berawal dari program marketing KFC tahun 1974 namanya Kurisumasu Ni Wa Kentakkii yang bermakna ‘Kentucky untuk hari Natal’. Trick ini benar-benar sukses dan jadi terkenal sampai saat ini. Restaurant ayam cepat sajian akan repot layani konsumen hari mendekati Natal.

  1. Italia

Pernah melihat seri Mr. Bean di adegan dia belanja pernak-pernik Natal? Ada episode Mr. Bean mainkan patung-patung kecil yang menceritakan kelahiran Yesus. Adat ini dikerjakan di Italia bernama Nativity Cribs Scene. Kita dapat mengatakan miniatur situasi kelahiran Yesus.

Orang Italia memakai boks buaian untuk bercerita kembali riwayat Hari Natal. Menghiasi rumah dengan patung dan boks bayi menjadi adat semenjak era ke-16. Boks bayi dipamerkan dimulai dari tanggal 8 Desember, sedang bayi Yesus diperlihatkan dimulai dari 24 Desember malam. Episode kelahiran ini kerap ditambah lagi dekor air terjun, hewan ternak, bunga, dan sebagainya.

  1. Norwegia

Malam natal dirayakan dengan sama-sama berganti hadiah. Hadiah dibawa oleh Santa Claus, orang Norwegia mengatakan Julennisen. Kadang dibawa oleh kurcaci namanya Nisse. Beberapa anak akan ambil hadiah di bawah pohon Natal dan membaca pesan di kartu perkataan dengan suara keras. Pohon Natal dihias dengan julekurver, keranjang kecil dari kertas yang berupa hati.

Beberapa anak Norwegia menyanyikan lagu Natal dengan judul Musevisa (The Mouse Song). Lagu ini diambil dari cerita rakyat yang bercerita kebahagiaan beberapa anak tikus menyongsong Natal. Ayah dan ibu tikus mengingati anaknya untuk waspada pada jebakan yang dapat menangkap mereka.

Orang Norwegia tersisa gandum untuk dikonsumsi oleh burung-burung sepanjang Natal dan bubur beras untuk Nisse, sang kurcaci yang bekerja jaga hewan ternak.

  1. Amerika

Adat Natal di Amerika umumnya kental dengan acara sama-sama ganti hadiah, sama-sama memberikan kartu perkataan selamat Natal, beberapa rumah sarat dengan hiasan, dan pohon natal yang dihias lampu dan lingkaran dedaunan. Kecuali menghiasi pohon Natal, umumnya umat kristiani di Amerika rayakan Natal dengan melangsungkan satu acara pesta perundangan makan malam dengan keluarga atau rekan paling dekat. Menu intinya kalkun dan adat ini masih berkembang sampai saat ini semenjak era ke-18.

  1. China

Bila beberapa rumah di India dihias dengan daun mangga, beda kembali dengan China. Di China, rumah umat kristiani dihias lentera dan kertas. Dalam perayaan Natal di Negeri Gorden Bambu ini, pucuknya akan berlangsung di tahun baru, dan pada waktu itu seluruh beberapa anak akan memperoleh hadiah berbentuk pakaian baru, makanan serba eksklusif, mainan baru, dan dapat bermain kembang api. Umumnya, photo keluarga atau lukisan leluhur mereka akan terpasang di ruang khusus rumah.

  1. Irak

Umat kristen di Irak rayakan Natal dengan bergabung dan sama-sama bergandengan sambil menghidupkan lilin. Aktivitas itu dikerjakan saat malam Natal. Pada waktu itu, akan dikisahkan satu cerita mengenai bagaimana Yesus lahir ke dunia. Peristiwa ini akan sangat terasa hangat saat mereka bergabung dengan bergandengan dan menghidupkan lilin. Sesudah narasi mengenai Yesus dibacakan, mereka meneruskan acara dengan melangsungkan pembakaran duri-duri dari semak.

Acara itu jadi lambang dan makna khusus untuk umat kristen di Irak sebab bila duri terbakar habis dan beralih menjadi abu, berarti peruntungan akan mendekati mereka saat tahun baru. Bila apinya telah mati, karena itu tiap orang yang ada pada acara itu akan melompat-lompat di permukaan abu tersisa pembakaran sekitar 3x sekalian minta permintaan dan doa. Itu dipercayai doa yang mereka bacakan akan diwujudkan.

Nah, itu ia adat unik Natal dari penjuru dunia. Di mana juga perayaannya, Natal memang hebat dan membahagiakan. Sepakat, tidak?